Lalu dihidangkan dihadapan kami sepiring roti besar dan daging. Melihat hidangan itu menangislah Abdurrahman bin Auf, air matanya menitis sampai membasahi bajunya. Beberapa kali mengesatnya namun air mata itu terus mengalir dengan derasnya. Tangisan itu terdengar tersedu-sedu sehinga menyayat hati orang yang mendengarnya.
Hati kami terasa gelisah dibuatnya dan kami pun bertanya padanya, 'Apa yang membuat engkau menangis seperti anak kecil Wahai Abdurrahman bin Auf?'