Suatu
ketika dulu, ada seorang pemuda yang mempunyai tunas mawar. Ia ingin sekali
menanam mawar itu di kebun di belakang rumahnya. Bergegas, disiapkannya
pasu kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pasu yang
terbaik, dan diletakkan pasu itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari.
Ia berharap, tunas ini dapat tumbuh dengan sempurna.
Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu.
Tak lupa, jika ada rumput yang mengganggu, segera dicabutnya agar terhindar
dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga
itu. Kelopaknya nampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna.
Pemuda ini pun gembira, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil.